Sunday, February 11, 2007

三顾茅庐 San Gu Mao Lu

Liu Bei

国时, 诸葛亮住在隆中的茅庐里,刘备听说诸葛亮很有本事,又有学识。他就带礼物去请他出来辅助自己打天下。刘备 一共去了三次,最后才能见诸葛亮。诸葛亮见刘备十分诚恳,终于答应了刘备的请求。在军事上和政治上获得巨大的生理。

“三顾茅庐”这个成语表示诚心诚意地一再邀请人家。


Paying Three Visit To The Cottage


In the three kingdom period, Zhuge Liang lived in seclusion in a thatched cottage. Liu Bei, hearing that Zhuge Liang was very capable and knowledgeable, went to visit him, taking gifts, hoping thath Zhuge Liang would agree to assist him with statecraft. He had to make three visits before Zhuge Liang agreed to do so, impressed by his sincerity.

From Then, Zhuge Liang helped Liu Bei with all his heart and mind. They made great achievements in both military and political spheres.

This idiom means persisting with sincerity.


Zhu Ge Liang


San Gu Mao Lu

Ini adalah salah satu bagian dari Legenda Periode Tiga Negara. Tersebutlah seorang sastrawan and ahli siasat perang muda bernama Zhuge Liang.Beliau tinggal di sebuah pondok di daerah terpencil. Liu Bei, yang baru kehilangan ahli siasatnya dalam perang melawan Cao Cao, memutuskan untuk mengunjungi dia dan membujuk Zhuge Liang agar dapat bergabung dengannya. Akan tetapi, sampai tiga kali mendatangi pondok itu, baru ia dapat menemui Zhuge Liang. Hal ini membuat Zhuge Liang tekagum-kagum dan memutuskan untuk bergabung dengan Liu Bei.

Sejak saat itu, Liu Bei membantu Zhuge Liang dengan segenap hati dan pikirannya. Dan, mereka membuat pencapaian luar biasa dalam politik dan militer yang terus dikenang hingga hari ini.

“San Gu Mao Lu” atau tiga kali kunjungan ke pondok(Zhuge Liang) menunjukkan kegigihan dan keteguhan yang luar biasa dalam melakukan sesuatu.

Notes:
Cerita ini sedikit banyak memiliki pesan yang sama dengan Cerita ”Martil dan Pelat Besi”. Keduanya menceritakan bahwa keuletan dan keteguhan itu dapat mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin, yang susah jadi mudah. Berikut ini adalah kutipan dari kata-kata Ray Kroc, seorang multimilyuner pendiri dari fastfood Mc Donald, yaitu:

“Di dunia ini tidak ada hal apapun yang dapat menggantikan kedudukan keuletan. Kepandaian apa pun tidak dapat menggantikan kedudukan keuletan. Orang yang pandai tapi tidak berhasil dalam bidang apa pun, bagaikan bulu kerbau. Bakat pun tidak dapat menggantikannya, orang yang teorinya segudang tapi malas dan tidak bertanggung jawab pun tidak terhitung jumlahnya. Hanya keuletan dan tekadlah, yang memiliki kekuatan untuk menembus langit dan bumi.”


Bigoo


No comments: