Friday, August 3, 2007

覆水难收 Fu Shui Nan Shou

can you collect it back?


一个老公叫姜尚,他很有才学,又神通兵法,可是他一直没有机会施展才华,所以大半辈子都是在穷困中度过的.他的妻子马氏嫌他穷,没有出息,不愿再和他共同生活,要离开他.姜尚一再权说她别这样做,并说有朝一日他定会得到富贵过上好日子的.但是马氏人为他在说空话骗她,无论如何也不相信.姜尚无可奈何,只好让她离去.

后来,姜尚遇到周文王,得到文王的赏识.文王拜他为国师,称他为"姜太公".姜太公帮助周武王灭了商朝,建立了周朝.由于他有功于周, 周武王 便封他为齐后.这时,马氏听说姜太公富贵了,便后悔起来.

有一天,太公在路上遇见一妇女跪着哭泣.姜太公上前一看,原来是前妻马氏.他叩头要求恢复夫妻关系.姜太公不肯原谅她,并叫下人取过一盆水来,泼在地上,然后他说:"如果你能将这盆水收回来,那么就是天让我原谅你当初的过错." 但这怎么可能呢?

现在我们用这个成语来比喻已成事实,难一挽回.

Jiang Shang's face in Beijing Opera

Water that poured out to the land cannot be collected

There was an oldman named Jiang Shang. Actually he had a great knowledge in war strategy, but unfortunately no one ever recognized his ability and he also didnot have any chance to demonstrate his skill.So, he just stayed in the village, poor and miserable. His wife, Mashi always complained about his poorness, his low-income, and didnot want to be together with Jiang Shang anymore. She decided to leave him right away. Jiang Shang was so sad, and told her to stay. Who knows? Maybe one day they will become rich and happy. But Mashi didnot want to listen to him anymore and went away. Jiang Shang could not do anything but let her go.(Damn wife!!)

Thus, Jiang Shang accidently met King Zhou Wen, and he got the respect from the king, and the king apointed him to be his advisor, with the royal name ," Jing Tai Gong".
Jing Tai Gong then helped the king to destroy the Shang Dinasty and built the new dinasty, Zhou Dinasty. Because of Jin Tai gong's loyalty and great war strategy, The King confered him a title of patrician. Ma shi that had heard the story was so regret and shame.

One day, they unexpectedly met in the street. Ma shi rushly asked for forgiveness, but Jiang Tai Gong didnot say a word. He just told his servant to bring a bask of water and then poured it out to the land. Then, he told to his ex-wife:" if you can collect all of this water, then The God wants me to forgive you. If you cannot, dont ever talk tome again." Ma shi just blankly stared at him and cried.

Now we use this idiom to remind us that everything that has been done, it will be difficult to get again. So stop living in the past, and move on!! One more, be careful in all of your steps, because some of your steps cannot be taken back.


The Statue of Jiang Shang in Chendu,Xi An

Fu Shui Nan Shou
Jaman dahulu, terdapatlah seorang tetua yang bijaksana bernama Jiang Shang. Sebenarnya dia mempunyai pengetahuan mendalam tentang ilmu perang, tetapi dia tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk mempraktekkan ilmunya. Kehidupannya dilalui sebagian besar di desa dengan berternak dan bertani.Istrinya, Mashi selalu mengeluh tentang kemiskinan dan pendapatan mereka yang begitu rendah. Sampai akhirnya Ma Shi memutuskan untuk meninggalkan Jiang Shang(What a wife?)Jiang Shang sangat sedih, dia menasihati Ma Shi untuk bersabar, Siapa tahu suatu hari kehidupan mereka bisa menjadi lebih baik. Tapi Ma shi menganggap omongan Jiang Shang hanyalah mimpi di siang bolong. Jiang Shang hanya bisa memasrahkan istrinya pergi meninggalkan dia.

Kemudian, Jiang Shan tidak sengaja bertemu dengan Raja ZHou Wen dan Sang Raja sangat mengagumi kemampuan Jiang Shang. Dia mengangkat Jiang Shang sebagai penasihatnya dan diberinya nama: "Jiang Tai Gong". Raja Zhou dan Jiang Tai Gong berperang bersama-sama meruntuhkan dinasti Shang dan mendirikan dinasti Zhou. Akhirnya mereka berhasil dan Sang Kaisar mengangkatnya sebagai bangsawan. Mendengar kabar ini, Mashi hanya bisa menyesal setengah mati.

Suatu hari, Jiang Tai Gong bertemu dengan seorang wanita yang sedang menangis di tengah jalan. Dia seraya menghampirinya, dan betapa terkejutnya dia ketika mengetahui wanita itu adalah Ma Shi. Ma Shi begitu melihat Jiang Shang, segera berlutut memohon maaf, dan ingin mengembalikan hubungan suami-istri mereka seperti dulu lagi. Jiang Tai Gong tidak mau memaafkan dia, bahkan menyuruh pelayannya untuk membawa seember air, dan dibuanglah air itu ke tanah, seraya berkata pada Ma Shi," Kalau kamu bisa mengumpulkan air ini kembali seperti semula, anggap saja Langit merestui kita kembali menjadi suami-istri." Tapi hal ini sangatlah mustahil.

Sekarang kita menggunakan"覆水难收" atau "Air yang tertumpah mustahil untuk diambil kembali" untuk menggambarkan hal yang telah terjadi, sulit untuk diubah kembali.


NOTES:
Beberapa dari kita kadang-kadang terlalu cuek, seenaknya sendiri, dan egois. Tapi di suatu titik, aku suka berdiri dan menghadap ke belakang. Seandainya waktu itu aku ambil langkah A, bukan B, mungkin hasilnya akan berbeda. Kalo seandainya aku lebih menghargai moment itu, bukan melewatkan begitu saja, sekarang mungkin aku mempunyai memori yang lebih indah. Menyesal dan menyesal. Seperti Ma Shi yang menyesal telah meninggalkan Jiang Shang.

Tapi apa mau di kata? Kita hidup bukan di masa lalu. Kita hidup di masa sekarang. Pilihan sudah dibuat, keputusan sudah dilaksanakan. Satu-satunya cara hanyalah belajar dari masa lalu demi masa depan yang lebih baik. Moment yang sudah berlalu sudah menjadi memori, yang penting adalah moment sekarang dan masa depan.

Aku sungguh sebel melihat dan mendengar orang-orang yang ingin kembali ke jaman Soeharto yang kaya raya. Banyak orang yang menyesal adanya reformasi 1998 yang menjatuhkan Soeharto, bahkan ada yang mendukung Soeharto menjadi presiden lagi. Orang-orang ini adalah orang-orang yang hidup di masa lalu, bermimpi di memori masa lampau. Semoga mereka suatu saat bisa bangun dan sadar. Air yang tertumpah tidak mungkin bisa diambil kembali. Masa lalu, mustahil diubah lagi.


1 comment:

Atniga Tayadih said...

Salut! Ini blog trilingual paling bagus yang pernah saya lihat. Keep being positive. Have a nice weekend.