Thursday, July 3, 2008

言必信, 行必果
Yan Bi Xin, Xing Bi Guo

Be careful with your promise


人必须要踏实和守信.首先要做到实事求是, 量力而为, 不要夸夸其谈, 轻易许诺, 一旦承诺了就要义无反顾, 一心一意地去完成, 不要半途而废, 不了了之. 这样做事才会成功,就能得到别人的信任和尊重.
我们用 “言必信, 行必果”这个美德格言来比喻说话要有信用,做事要讲实际.



Keep your words, and Doing everything until the end


In our life, we must be honest and keep our words. First, we must tell everything based on the fact, you must can estimate your own strength or ability, don’t be indulge in exaggeration, easily make promise. Second, when you have made your promise, you must finish it without hesitation as if there are no turns back, you must do it seriously until finished, don’t give up and leave it unfinished, and don’t end it without any result. Finally, if you can do all these, you will be success, because you can be trusted by everyone and get they respect.
Finish all of your tasks!


Yan Bi Xin, Xing Bi Guo



Yan bi xin berarti ucapan harus bisa dipercaya, "Xing bi guo" berarti pekerjaan harus dilakukan sampai akhir. Secara umum berarti: kita harus bisa memegang janji, dan harus melaksanakannya sampai akhir.
Dalam kehidupan, kita harus belajar untuk jujur dan memegang janji kita. Pertama-tama kita harus bicara apa adanya, sesuai dengan kemampuan kita, jangan banyak bicara omong kosong, dengan mudah berjanji janji muluk. Ketika kita sudah berjanji, maka tidak ada pilihan lain. Kita harus dengan segenap hati menyelesaikannya, jangan berhenti di tengah jalan, dan menyelesaikannya tanpa hasil apa-apa. Bila kita bisa berprinsip dan melakukannya dalam kehidupan, baru kita dapat berhasil, karena kita bisa dipercaya orang lain dan mendapat respek dari mereka.


NOTES:
Kemarin saya mengunjungi Pesta Buku di Istora Senayan, dan membeli buku 18 Wisdom and Success karya Andrie Wongso, SDTT TBS. Dalam buku tersebut, motivator no 1 Indonesia itu mengatakan: "Kejujuran pasti berbuah manis. Walaupun kita hidup tidak berkelimpahan, namun dengan kejujuran, hidup kita akan bebas dari perasaan was-was, takut, dan cemas, sehingga kita dapat menikmati kehidupan dengan tentram, damai, dan bahagia."
Banyak orang bilang untuk menjadi sukses kita tidak boleh terlalu jujur, harus bisa berbohong dikit-dikit. Benarkah prinsip ini? Entahlah, tapi saya lebih percaya justru dengan kejujuran, kita lebih bisa menggapai keberhasilan. "Yan Bi Xin" atau dalam Bahasa Indonesianya: "Janji adalah Hutang" adalah kuncinya. Bila kita bisa menjaga kejujuran, orang lain tidak akan mempertanyakan integritas kita dan akan lebih percaya kepada kita. Oleh karena itu, hati-hati dengan perkataanmu. Jangan katakan atau janjikan bila tidak bisa kau lakukan.
Selain itu, seperti kata Pak Andrie Wongso, kejujuran juga membuat kita bebas dari rasa cemas dan was-was akibat takut ketahuan kebohonganmu. Hidup pun lebih bermakna dengan kejujuran.

Keep your words!


Tapi itu saja tidak cukup. Jangan lupakan "Xing bi guo" atau "kerjakan sampai akhir". Bila kita sudah mengatakan akan selesaikan, maka selesaikan apa pun yang terjadi. Sebaliknya, bila kita bilang tidak akan melakukannya, kita juga tidak akan melakukannya sampai akhir pun. Dengan demikian, orang lain bisa melihat integritas dan profesionalitas kita dalam melakukan pekerjaan. Selain itu, ada bonus perasaan puas dan lega bila kita bisa menyelesaikan pekerjaan kita dengan sempurna.
Ada baiknya, kita melihat "teladan" dari para pimpinan Indonesia saat ini, khususnya para wakil Rakyat DPR. Seperti kita ketahui, Bulyan Royan, anggota Komisi Perhubungan DPR dari Fraksi Partai Bintang Reformasi, pada 30 Juli 2008 lalu ditangkap di pintu barat Plaza Senayan dengan barang bukti Rp 684 juta, terbagi dalam 2 mata uang, $US60,000 dan 5,500 Euro. Beliau ditangkap setelah menerima transfer di sebuah money changer mal mewah itu.
Kita perlu memberikan kredit pada KPK yang telah membongkar kebobrokan "Dewan terhormat" ini. Merekalah yang menjadi salah satu harapan kita akan masa depan Indonesia yang lebih baik dan bebas korupsi. Khalayak,termasuk saya, sudah muak akan tingkah laku anggota Dewan kita. Mereka digaji amat tinggi sekitar Rp 50 juta per bulan. Ini belum termasuk penghasilan tambahan seperti uang kehadiran rapat.(Koran Tempo, 2 Juli 2008) Tetapi akhir-akhir ini, mereka lebih sering masuk koran karena "aksi-aksi" di luar sidang, seperti foto-foto mesra, atau aksi korupsi ratusan juta.




Bulyan Royan



Dalam Koran Tempo edisi 2 Juli 2008, Redaksi dengan sedikit menyindir menulis suatu artikel dengan judul "Janji Seorang Bulyan Royan". Pada awal kariernya sebagai politkus di Senayan, Royan dengan gagah berjanji:"Saya ingin memperjuangkan kebenaran dalam segala aspek." Namun ternyata, Senin sore kemarin beliau tertangkap tangan menerima suap untuk pembelian 20 unit kapal patroli Derjen Perhubungan Laut. Dalam hati kecil saya, sempat terpikir, mungkin maksud beliau meperjuangkan bukan "kebenaran", tapi "kebetulan" dalam segala aspek; kebetulan jadi anggota dewan, musti cari komisi sebanyak-banyaknya di segala aspek; kebetulan jadi penguasa, korup sebanyak-banyaknya di segala bidang. Ha..ha..ha!
Dari sini kita juga bisa mengetahui nilai janji seorang Bulyan Royan. Apakah nilai janji kita lebih baik dari Bang Royan? Ataukah lebih parah? Maukah kita memperbaikinya? Ataukah kita masih bersikukuh kebohongan itu mutlak dan janji itu hanyalah kata-kata pemanis belaka? Bagaimana juga dengan integritas kita untuk menyelesaikan segala tugas dan janji sampai akhir?
Akhir kata, Selamat berjuang dan jayalah Indonesia….









No comments: